• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About Us

Let me introduce Wisata Ciamis


Ciamis KIWARI

Kabupaten Ciamis, daerah yang dikenal dengan sebutan Tatar Galuh ini telah mengalami dua kali pemekaran, yaitu Kota Banjar pada Tahun 2002 dan Kabupaten Pangandaran pada Tahun 2012. Meski demikian kabupaten induk ini tak lantas kehilangan potensinya.

Keragaman seni budaya, sejarah, kelezatan khas kuliner, keindahan alam serta masyarakat yang menjungjung tinggi adat istiadat khas Urang Sunda yang mampu memberikan pengalaman yang menarik sebanyak mungkin minat berbagai kalangan untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Ciamis.

Profile

Deepak Bhagya

Personal info

Wisata Ciamis Foundation

Pusat Informasi Anekaragam Destinasi Wisata di Wilayah Kabupaten Ciamis.

CIAMIS Tourism Info Center ONLINE
Phone number: +(62) 265 275 0817
Website: www.wisataciamis.com
E-mail: wisataciamis@gmail.com

RESUME

Know more about my past


Employment

  • 2016-future

    Mutation Media @ Web Developer Team

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Education

  • 2016

    WISATA CIAMIS FOUNDATION@Level

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Skills & Things about us

photographer
86%
html & css
Punctual
91%
illustrator
Web Developer
64%
wordpress

Portfolio

My latest projects


Minggu, 18 September 2016

Taman Raflesia Alun-alun Pusat Kota Ciamis Ruang Publik Berbagai Aktifitas Warga Ciamis

Alun-alun Ciamis menjadi salah satu lokasi favorit baik bagi warga lokal maupun masyarakat pendatang yang berwisata ke Kota Ciamis. Lokasi taman raflesia tepat persis berada di Pusat Kota Ciamis yang dilintasi jalur utama jalan yang menuju kearah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Selatan. Akses untuk mengunjungi tempat ini begitu sangat mudah. Para pelancong yang akan berwisata ke Pangandaran ataupun yang akan Wisata ke Objek Wisata yang berada di Jawa Tengah pasti akan melintas di Alun-alun atau Taman Raflesia Ciamis.

Pepohonan yang menjadi tempat peneduh serta berbagai penjual aneka ragam kuliner khas siap memanjakan lidah pengunjung Taman Raflesia Ciamis ini. Bagi pengendara yang melintas Kabupaten Ciamis tidak ada salahnay untuk singgah hanya dengan beristriahat dengan melepas lelah sebelum akan melanjutkan kembali perjalanan ke Jawa Tengah ataupun ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Taman Raflesia Alun-alun Ciamis ini hampir setiap akhir pekan, taman yang diresmikan tahun 1995 oleh Bupati Ciamis H. Dedem Ruchlia ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warganya untuk beraktifitas. Warga ciamis dulu sudah terbiasa menyebut Taman Raflesia ini dengan sebutan Alun-alun Ciamis yang dulunya merupakan pasar ciamis. Kenapa dinamakan Taman Raflesia?? Karena pada tengah pusat titik pada taman ini telah dibangun replika bunga bangkai (Rafflesia Arnoldy) yang dilengkapi dengan hiasan air mancur.

Pada Replika Bangunan mirip Bunga Rafflesia ini disekelilingnya dibuatkan jalan kecil dari bebatuan kecil yang dapat digunakan sebagai terapi untuk reflesi pemijatan syaraf-syaraf pada kaki.

Untuk menambah hiburan bagi warga yang mengajak anak-anaknya beraktifitas olah raga ataupun menikmati wisata kuliner di ciamis, banyak hiburan mainan anak berupa Deldom alias Delman Domba Mini yang menjadi alternatif pilihan hiburan anak-anak untuk berkeliling menikmati indahnya Taman Rafflesia. Deldom merupakan kereta angkutan mini yang ditaring tidak dengan kuda, tetapi dengan tenaga domba.

Pada malam harinya, Taman rafflesia atau Alun-alun Ciamis ini juga seringdijadikan tempat untuk bersantai oleh warga. Duduk-duduk di lesehan smabil menyantap berbagai kuliner enak khas dari Ciamis yang banyak dijajakanj oleh pedagang kuliner ciamis, dan bagi warga atau masayarakat beragama muslim yang sedang menikmati indahnya alun-alun ciamis, tepat di sebelah barat alun-alun ciamis, bediri Mesjid Agung Ciamis yang megah.

Ramuan Tradisional Penghilang Jerawat Bedak Dingin Saripohatji Khas dari Ciamis Sejak Tahun 1927

Ramuan tradisional penghilang jerawat yang sangat berkhasiat dari Ciamis sejak tahun 1927, bisa disembuhkan dengan Ramuan Bedak Dingin Saripohatji.

Obat tradisonal penghilang jerawat paling ampuh ini, awalnya dipromosikan hanya dari mulit ke mulut dari pada pengguna yang telah mencoba khasiat perawatan kulit ini. Bedak Saripohaci atau dalam ejaan lama bertuliskan Saripohatji masih sangat setia mempercantik wajah kaum hawa sampai saat ini. Bentuknya unik, dan juga khasiatnya yang sudah tidak diragukan lagi jika dibandingkan dengan obat penghilang jerawat pada masa kini.

Bedak dingin sahipohatji dipopulerkan oleh Ny. Siti Marijah (Alm) sejak tahun 1927 ini masih mendapatkan hati dari para penggunanya, terutama kaum hawa. Meski tak sedasyat di era kejayaannya pada tahun medio tahun 1970-an, permintaan akan bedak dingin yang berbentuk pilis sebesar biji ini tidak pernah padam sampai sekarang.

Bahan dasar yang semuanya berasal dari sumber alami dengan proses produksi yang masih sangat tradisional menjadi kekuatan tambahan yang menjamin bedak ini tak akan memicu iritasi pada kulit.

Perlu diketahui juga oleh para pengguna bedak anti jerawat mujarab ini, bahwa bahan dasar dari saripohatji ini berbahan ramuan tradisional dari tepung beras, dimana tepung beras ditumbuk dan di campurkan dengan rempah-rempah alami dari dedaunan, seperti daun suji, pandan, jambu, beungbeureman mamangkokkan dan teklan. Semua komposisi ramuan berkhasit tesebut kemudian dicampurkan dengan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza), kunyit (Curcuma domestica), tomat (salanum lycopersicum), jeruk nipis (citrus aurantifolia), serta bahan-bahan lainnya yang berasal dari alam. Bedak Anti Jerwat Berkhasiat ini tidak sedikitpun menggunakan bahan kimia.

Kemasan Bedak Saripohatji ini dalam menjaga kekhasan serta memelihara keasliannya, pengelola tidak pernah mengganti kemasan, bentuk maupun proses produksi yang dipilih. Bagi pengguna bedak ini disarankan dilakukan dengan memberi campuran madu atau air mawar sesuai dengan selera.

Pada awalnya Siti Marijah meramu bedak ini untuk keperluan dirinya sendiri. Namu, dengan bertambahnya waktu ternyata para tetangganya tertarik berminat meminta Siti Marijah untuk membuatkan bedak Saripohatji untuk mereka.

Rupanya setelah mencoba bedak yang dibuatkan oleh Siti Marijah mereka semua merasa cocok dengan khasiat dari ramuannya, dimana pengguna bedak dingin saripohatji dibuat kulit mereka menjadi sangat halus, dingin, putih, wangi dan yang paling utama ampuh dalam mengatasi jerawat yang acap kali mengganggu kecantian wajah pada kaum hawa. Kulit wajah juga ikut terdorong dan terlihat menjadi lebih kencang dan nampak menjadi lebih awet muda.

Dengan kejadian tersebut, maka permintaan akan bedak saripohatji semakin banya sehingga Siti Marijah mulai menekuni usahanya sebagai home industri dengan membuat merk pada bedak hasil buatannya dengan nama "Saripohatji".

Kenapa diberinama Saripohatji???.. Nama tersebut diambil dari nama dewi beras Sripohatji karena bahan dasarnya pada ramuan bedak tersebut memang menggunakan tepung beras. Awalnya, saripohatji dikemas memakai dedaunan kering dan dijual di warung-warung yang di antar dengan menggunakan sepeda onthel.

Seiringnya waktu, bedak saripihatji pun terus menjadi terkenal dan berkembang pesat. Antara tahun 1960 sampai dengan tahun 1980. Saripohatji merupakan merek bedak terkenal di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Wanita Cantik Mojang priangan kala itu sudah banyak yang menggunakan bedak saripohatji sebagi merk kosmetik untuk sehari-hari. 

Ketika Siti Marijah meninggal dunia pada tahun 1959, perusahaan dilanjutkan oleh suaminya S. Harjo hingga tahun 1971, dan setelah Harjo wafat, perusahaan dikelola oleh istri kedua dari Harjo, Neneng Fatimah hingga tahun 1985. Sepeninggal Neneng Fatimah, usaha keluarga ini dikelola istri ketiga Harjo, Ny. Ocoh Setiawati dan anak-anaknya. Pabrik Bedak Saripohatji ini sekarang terletak di Jalan Ir.H.Djuanda Pusat Kota Ciamis yang tidak jauh dari pusat aktifitas berbagai kegiatan masyarakat Ciamis yaitu di Tanam Raflesia yang sekarang bernama Taman Anggur tepatnya di Alun-alun Kota Ciamis.

Jumat, 02 September 2016

Wisata Legenda Ciung Wanara Situs Karangkamulyan Ciamis

Objek Wisata Situs Karangkamulyan Ciamis merupakan sebuah sebuah situs purbakala syarat dengan nilai sejarah tinggi di Jawa Barat. Situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Proponsi Jawa Barat, Indonesia ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha.

Legenda Objek Wisata Situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh pada masa lalu. Cerita legenda ini banyak dibumbui dengan kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara di zaman kerajaan galuh.Cerita kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran). Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep.

Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.
Struktur lokasi

Luas kawasan kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda. Batu-batu ini berada di dalam sebuah bangunan yang strukturnya terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar.

Benda Cagar Budaya yaitu berupa batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan menyimpan kisahnya sendiri, begitu pula di beberapa lokasi lain yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau mitos tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.

Objek Wisata Situs Karangkamulyan Ciamis terletak di daerah berhawa sejuk dan telah dilengkapi dengan areal parkir yang luas dengan pohon-pohon besar. Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan dilewati adalah Pelinggih (Pangcalikan). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golongan Yoni (tempat pemujaan) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni tersebut terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen (kubur batu). Dimana letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 M.

Benda Cagar Budaya yang teradapat di Objek Wisata Karangkamulyan Ciamis Jawa Barat yaitu;

1. Sanghyang Bedil

Tempat yang disebut "Sanghyang Bedil" merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, "Sanghyang Bedil" dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

2. Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi "Sanghyang Bedil", kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan sistem demokrasi.

3. Lambang Peribadatan

Batu yang disebut sebagai "Lambang Peribadatan" merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu

4. Panyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

5. Cikahuripan

Di lokasi "Cikahuripan" tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Ci Tanduy dan sungai Ci Muntur. Sumur ini disebut "Cikahuripan" karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

6. Makam Adipati Panaekan

Di lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

7. Penyelidikan Situs Karangkamulyan Ciamis Jawa Barat

Menurut penyelidikan tim arkeologi dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997, situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh yang pertama. Bahwasanya di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke 9 disimpulkan karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari zaman Dinasti Ming. Situs ini terletak di antara kota Ciamis dan kota Banjar, jaraknya sekitar 17 km ke arah timur dari kota Ciamis atau dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.

Situs ini juga dapat dikatakan sebagai situs yang sangat strategis karena berbatasan dengan pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah utara adalah jalan raya Ciamis-Banjar, sebelah selatan sungai Citanduy, sebelah barat merupakan sebuah parit yang lebarnya sekitar 7 meter membentuk tanggul kuno, dan batas sebelah timur adalah sungai Cimuntur. Karena merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga, akhirnya kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia.

Selasa, 30 Agustus 2016

Jembatan Kereta Api Cirahong Warisan Peninggalan Masa Belanda di Ciamis

Salah satu dari sekian banyak tempat menarik yang ada di Kabupaten Ciamis adalah Jembatan Kereta Api (KA) Cirahong. Terdapat banyak keunikan dan daya tarik dari tempat ini. Mulai dari penelusuran sejarah, kajian kontruksi sampai destinasi wisata unik dan menarik di Ciamis.

Jembatan Cirahong menghubungkan wilayah Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dan wilayah Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Data teknis jembatan ini memiliki nomor register BH 1290. Bentangan jembatan sepanjang 202 meter melintasi sungai Citanduy.

Uniknya jembatan ini mempunyai dua geladak, bagian atas digunakan untuk jembatan rel kereta api sementara bagian bawahnya bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 dan bahkan kendaraan roda 4. Jembatan ini menjadi alternatif penghubung antara Ciamis - Tasikmalaya.

Jembatan Cirahong termasuk jembatan tua, yang hingga kini masih berfungsi dengan kokoh. Jembatan ini dibangun pada tahun 1893 atau pada zaman kolonial Belanda. Jembatan ini merupakan bagian dari pembangunan sistem transportasi kereta api yang dibangun oleh Belanda untuk kepentingan penjajahan. Mulai dari penunjang kepentingan ekonomi, pemerintahan, jalur distribusi hasil bumi sampai penunjang kepentingan militer.

Ada catatan sejarah yang cukup menarik di balik pembangunan jembatan ini. Ketika pemerintah kolonial Belanda merencanakan pembangunan sistem transportasi kereta api di pulau Jawa, sebenarnya jembatan Cirahong tidak ada. Artinya jalur kereta api tersebut tidak akan melintasi wilayah kota Ciamis. Jadi dari Tasikmalaya ke Manonjaya, Cimaragas lantas ke Kota Banjar.

Rencana pembangunan itu cukup beralasan karena membangun jembatan kereta api jelas akan membutuhkan sumber daya yang banyak alias biaya yang sangat tinggi. Kabar itu rupanya sampai ke telinga R.A.A. Kusumadiningrat, mantan Bupati Ciamis yang saat itu masih bernama Bupati Galuh (1839-1886). Walaupun sudah pensiun, tetapi Bupati yang dikenal dengan sebutan Kanjeng Prabu ini masih memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kolonial Belanda.

Dia memandang kebijakan pembangunan Rel Kereta Api itu akan merugikan Ciamis. Kanjeng Prabu kemudian melakukan negosiasi kepada Pemerintah Kolonial Belanda agar jalur kereta api bisa masuk melalui Ciamis.

Banyak alibi yang disampaikan kepada Belanda termasuk mengenai potensi hasil bumi yang dimiliki Ciamis, seperti kelapa, daun tarum atau nila, lada, kopi, kapsa serta lainnya. Dia juga berusaha meyakinkan pemerintah Belanda bahwa perkembangan wilayah Ciamis akan jauh lebih potensi ketimbang Cimaragas.

Pendapat Kanjeng Prabu itu akhirnya bisa diterima Pemerintah Kolonial Belanda, hingga akhirnya dibangunlah jembatan Cirahong yang tak hanya membuka jalur kereta api namun juga membangun jembatan penghubung transportasi darat.

Selain jembatan Cirahong, perubahan rencana itu juga membawa konsekuensi bagi pemerintah Kolonial Belanda untuk membangun jembatan Rel Kereta Api di Karangpucung Kota Banjar.

Posisi jembatan Cirahong yang berada di antara dua bukit tepi sungai Citanduy membuat pemandangan kawasan ini menjadi lebih indah. Eksotisme jembatan Cirahong ini membuat banyak masyarakat sengaja berkunjung. Apalagi di kawasan itu, kini tumbuh bisnis kuliner dengan penataan tempat yang representatif dengan ketinggian jembatan yang setingi 66 meter, kerap dijadikan lokasi kegiatan olahraga ekstrim.

Senin, 29 Agustus 2016

Museum Objek Wisata Ciungwanara Karangkamulyan Ciamis

Karangkamulyan merupakan potensi sejarah yang dimiliki yang sangat direspon oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan membangun museum di sekitar lokasi tersebut.

Museum ini sengaja dibangun untuk memenuhi rasa ingin tahu pengunjung mengenai sisi sejarah situs Karangkamulyan.

Dalam museum ini terdapat benda-benda peninggalan sejarah, seperti; keris, batu-batuan dan pecahan piring peninggalan sejarah. Meski tidak terlalu luas dan lengkap keberadaan Museum ini cukup untuk menuntaskan rasa ingin tahu mengenai sejarah yang tersimpan di Situs Cagar Budaya ini.

Tak jauh dari museum ini juga terdapat Gong Perdamaian Dunia alias World Peace Gong yang dibangun sejak tahun 2009. Gerakan yang menjadi simbol perdamaian dunia diprakarsai oleh Komite Perdamaian Dunia atau World Peace Commite. Gong Perdamaian Dunia yang berada di 

Karangkamulyan ini merupakan replika Gong ke 27 dari setidaknya 32 Gong yang ditempatkan di sejumlah negara. Lokasi ini terang saja menjadi latar belakang yang menarik bagi pengunjung untuk foto selfy.

Museum Galuh Imbanagara Ciamis di Huni Puluhan Jenglot dan Benda Pusaka Kerajaan

Museum Galuh Imbanagara merupakan salah satu tempat menarik yang bisa mengingatkan pada sejarah Kabupaten Ciamis.

Lokasi Museum ini terletak di Jalan Mayor Alibasyah No.311 Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis yang tepatnya berada di depan Kantor Desa Imbanagara.

Meskipun ruangannya tidak cukup besar, tetapi museum ini banyak menyimpan benda-benda pusaka dan dokumen-dokumen peninggalan para raja dan Bupati Galuh.

Museum ini dibangun pada masa pemerintahan H. OMA SASMITA dan diresmikan oleh Bupati Engkon Komara pada tanggal 12 Mei 2004.

Muesum di Imbanagara didirikan karena mengingat pada zaman dahulu, lokasi ini merupakan pusat kerajaan Galuh setelah dipindahkan dari Gara Tengah (Cineam Sekarang) oleh Raden Adipati Arya Jayanagara, tepatnya pada tanggal 12 Juni 1642, maka tanggal inipun dijadikan sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis.

Imbanagara pun pada waktu itu bernama Barunai. Pada tanggal 15 Januari 1861, pusat pemerintahan kerajaan Galuh dipindahkan oleh Tumenggung Wirahadikusumah ke Cibatu, yaitu kota ciamis yang sekarang dan diperkirakan di sekitar Pendopo Gedung Nagara.

Dengan demikian Imbanagara menjadi ibu kota kerajaan Galuh selama kurang lebih 200 tahun. Dimuseum Galuh ini banyak tersimpan benda-benda sejarah seperti; keris, tombak, kujang, perabot zaman kerajaan dan masih banyak lagi.

Bahkan ada juga lonceng yang terbuat dari emas murni hampir sebesar gempalan tangan orang dewasa. Lonceng ini dulunya disimpan di depan keraton atau istana. Beberapa porselin dari China dari peninggalan abad ke 7 hingga ke 19 juga turut menghiasi ruangan ini.

Selain itu ada juga benda-benda bersejarah titipan dari daerah luar Ciamis. Selain koleksi berbentuk barang, ada juga koleksi dokumen-dokumen dan beberapa foto Raja/Bupati Galuh yang memerintah mulai dari Raden Mas Adipati Imbanagara sampai bupati Ciamis sekarang.

Meskipun museum ini terkesan sempit, tapi tak menurunkan minat publik untuk mengunjungi tempat ini. Salah satu yang menjadi daya tarik museum ini adalah selain menyimpan koleksi-koleksi dan dokumen peninggalan kerajaan Galuh, disimpan juga koleksi-koleksi benda pusaka yang kemistikannya sangat tinggi. Seperti Jenglot dan Tengkorak Asli, lebih dari 10 jenglot terpajang disini.

Maka tak heran kalau setiap malam jum'at kliwon di museum ini sering diadakan ritual khusus. 

Jenglot-jenglot ini konon merupakan titipan dari orang-orang yang tidak sangggup memelihara jenglot di rumahnya karean suka mengganggu. Jenglot-jenglot iti ada yang titipan dari Kalimantan dan bahkan ada yang dari Jawa Timur.

Adapun tengkorak manusia, itu sangat menyeramkan. Dengan penampilan mata seperti melotot dan gigi mengongo dalam balutan kain kafan yang sudah terlihat lusuh, kadang terlihat seperti kain yang penuh dengan ceceran bekas darah yang sudah mengering.

Konon, tengkorak itu adalah tengkorak dari salah satu tokoh kerajaan Galuh pada zamannya, anehnya setelah tengkorak itu beberapa kali dikuburkan selalu kembali ke tempat penyimpanan asalnya. Hingga akhirnya si pemilik tengkorak itu berpesan agar tidak menguburkan tengkoraknya lagi.

Untuk menjaga museum ini setiap tanggal 16 Juni para rundayan Kerajaan Galuh selalu melaksanakan upacara "Pajang Jimat". yaitu upacara membersihkan dan memandikan benda-benda pusaka peninggalan karuhun Galuh.

Minggu, 28 Agustus 2016

Jual Tiket Pesawat Murah Promo di Ciamis, Banjar, Tasikmalaya dan Pangandaran

Booking Tiket Pesawat Secara Online MURAH untuk wilayah penjualan; Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Kabupaten Panganadaran. 

Pemesanan Tiket Pesawat untuk perjalanan wisata bahkan perjalanan dinas tugas dari tempat anda bekerja, untuk saat ini dapat dilakukan booking atau reservasi pemesanan tiket pesawat dengan sistem online. Harga Tiket Pesawat kami JUAL LEBIH MURAH dari yang MASKAPAI Penerbangan; Garuda Indonesia, Lion Air, Batavia Air, Citilink, Sriwijaya, Indonesia Air, Batik Air dll maskapai JUAL. 


BOOKING TIKET PESAWAT ONLINE 24 JAM 7 HARI Hanya di JNE AGEN MR.IWA CIAMIS, Komplek Perkantoran PEMDA CIAMIS samping Gedung Islamic Center, Depan Kantor Inspektorat Kab. Ciamis dengan Tarif Harga Jauh lebih murah

PEMESANAN: Jual Tiket Pesawat Online Wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran: 


AGEN JNE MR. IWA - JUAL TIKET PESAWAT 
Jl. Mr. Iwa Kusumasoemantri No.95 Kab.Ciamis Jawa Barat - INDONESIA 
Phone/Fax: +62.265.275 0817 Mobile:+62 81323 94 33 94(HUNTING)

Sabtu, 27 Agustus 2016

Museum Tambaksari Ciamis Menyimpan Fosil Gajah Purba dan Fosil Homo Erectus

Situs Tambaksari merupakan kawasan yang mengandung tinggalan geologi dari jaman kuarter yang berumur Pliosen Tengah (2 juta tahun yang lalu). Lokasinya meliputi beberapa desa di Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Rancah dengan luas mencapai kurang lebih 961,369ha.

Perhatian terhadap kawasan Tambaksari dimulai sejak J. Van Houten menemukan fosil vertebrata di timur laut Rancah pada sekitar tahun 1920.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh V Es pada tahun 1931, Von Koenigswald pada tahun 1934, dan Hetzel pada tahun 1935.

Situs Tambaksari terletak pada suatu cekungan sedimentasi yang dikenal dengan sebutan Cekungan Cijolang.

Disebut demikian karena menurut Von Koenigswald, fosil-fosil veterbrata yang ditemukan di Cijolang menunjukan fauna tersendiri, dengan ciri fosil penunjuk yaitu Merycopotamus nanus Lydekker.

Fosil fauna Cijolang yang termasuk sebagai fosil penunjuk Merycopotamus nanus yaitu Hipopotamus (Hexaprotodon) simplex (kuda nil), Cervus sp (rusa), dan stegodon sp (gajah).

Fosil fauna yang pernah ditemukan di kawasan Tambaksari mencakup kerbau, rusa, buaya, gajah, kudanil, kura-kura dan badak. Fosil-fosil tersebut ditemukan dibeberapa situ, yaitu Urugkasang, Cisanca, Cicalincing, Cabubut, Cihonje, Ciloa, Cibabut dan Cipasang.

Temuan paling spektakuler dari Tambaksari adalah fosil Homo Erectus pada juli 1999, berupa sebuah gigi seri. Fosil ini ditemukan oleh tim gabungan dari Balai Arkeologi Bandung, STTNas Yogyakarta, Laboratorium Geologi Kuarter P3G Bandung, serta University of Tennesse dan Auburn University Amerika Serikat, pada kedalaman 333 cm di bawah permukaan tanah lapisan batu pasir kebiruan.

Dalam rangka penyelamatan dan penyimpanan temuan fosil-fosil itu, maka Pemerintah Kabupaten Ciamis pada awal tahun 2001 membangun sebuah museum yang dinamakan Gedung Penyelamat Benda Cagar Budaya Tambaksari (BCB Tambaksari).

Museum ini diharpkan dapat membantu kegiatan penelitian dan memberikan informasi yang diperlukan pengunjung. Lokasinya berada di Kampung Tambaksari Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terletak cukup jauh dari jalan utama dan pusat keramaian dan berada di dekat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah di Wilayah Ciamis bagian utara.

Bangunan Gedung di Ciamis Banyak Menyimpan Sejarah Panjang Perjalanan Ciamis

Gedung Kabupaten Ciamis, merupakan gedung pusat pemerintahan Kabupaten Ciamis adalah bangunan pemerintahan pertama yang dibangun. Gedung Kabupaten itu digunakan sebagai Kantor DPRD Kabupaten Ciamis. Tak heran meski sudah beberapa kali direnovasi, gedung DPRD Ciamis saat ini dipandang sebagai bangunan yang menyimpan sejarah panjang perjalanan Ciamis.

Usai membangun Gedung Kabupaten, kanjeung Prebu kemudian melanjutkan pembangunan infrastruktur pemerintahannya dengan membuat gedung untuk asisten residen Galuh. Saat ini gedung asisten residen tersebut digunakan sebagai Pendopo Kabupaten Ciamis atau yang dikenal dengan sebutan Gedung Negara

Selanjutnya, secara berturut-turut dibangunlah fungsi militer, bangunan penjara, mesjid agung, gedung untuk kontrolir dan kantor telepon.

Jasa besar lain dari kanjeung Prebu sebagai Bupati Galuh adalah perannya dalam melakukan lobi kepada pemerintah kolonial Belanda saat membangun jalur kereta api. Dalam cetak biru perencanaan pembangunan jalur kereta api yang disusun Belanda, Ternyata Ciamis tidak dilalui oleh moda transportasi yang pada saat itu sangat vital.

Menghadapi situasi ini, Kangjeng Prebu kemudian melakukan pendekatan dan berusaha meyakinkan pemerintah Belanda, bahwa Ciamis harus dilalui jalur kereta api. Salah satu bahan pertimbangan yang diajukan Kanjeng Prebu, adalah Ciamis merupakan wilayah potensi yang kaya akan hasil bumi.

Belanda berasumsi jika jalur kereta api melewati Ciamis, maka butuh anggaran besar karena harus membangun jembatan untuk melintasi Sungai Citanduy.

Setelah melalui perdebatan, akhirnya Pemerintah Belanda menyetujui desakan Kanjeng Prebu, meski harus menggelontorkan anggaran lebih untuk membangun Jembatan kereta api Cirahong dan Jembatan kereta api Karangpucung.

Selain jalan kereta api, Kanjeng Prebu juga berperan penting dalam pembangunan jalan raya antara Kawali-Panjalu.

Pembangunan bidang pendidikan juga merupakan sektor yang tidak luput dari perhatian Kanjeng Prebu.

Diawali dengan memberikan pendidikan bagi anak dan keluarganya, bupati yang fasih berbahasa Belanda dan Prancis itu sengaja memanggil guru Belanda J.A.Uikens dan J.Blandergroen ke Kantor Kabupaten untuk mengajarkan membaca dan berbicara bahasa Belanda.

Kemudian pada tahun 1862, dia mendirikan Sekolah Sunda di wilayah kota bagi masyarakatnya. Lalu, pada tahun 1874 Sekolah Sunda yang kedua didirikan di Kawali. Sekolah-sekolah tadi merupakan sekolah pertama di Tatar Sunda.

Pendidikan keagamaan juga tak lupa diajarkan. Dengan luwes dan efektif, beliau berhasil mengikis kepercayaan warga terhadap berhala dan benda-benda lainnya, serta mengajaknya untuk mempelajari agama islam.

Atas segudang jasa-jasa itu, pada tahun 1874 Kanjeng Prebu diberi tanda kehormatan oleh pemerintah kolonial Belanda berupa songsong kuning atau payung kebesaran berwarna kuning emas.

Empat tahun kemudian, beliau diganjar penghargaan "Ridder Orde Van de Nederlandsche Leeuw" dari Ratu Belanda.

Kanjeng Prebu meninggal pada tahun 1886 dan dimakamkan di Gunung Sirnayasa Jambansari, atau kini terletak di Jalan Ahmad Dahlan Ciamis.

Hingga saat ini komplek pemakamannya kerap kali dikunjungi para peziarah. Nama besar dan jasa-jasa Kanjeng Prebu sangat melekat dan akan terus dikenang warga Ciamis.

Services

What can I do


Informasi Wisata

Dapatkan berbagai informasi destinasi wisata yang ada di Wilayah Kabupaten Ciamis, Hanya dengan mengakses website kami.

Reservasi Tiket Online

Kami juga menyediakan Layanan Penjualan Tiket Online Penerbangan Pesawat dan Layanan Pemesanan Reservasi Pembelian Tiket Kereta Api.

Wisata Edukasi

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident.

Transportasi & Akomodasi

Penyediaan Transportasi Wisata dan Layanan Informasi Penginapan, Hotel, Motel, Losmen, Rumah Makan & Restoran Murah di Ciamis.

Paket Wisata

Paket Wisata dengan Anekaragam Tujuan Wisata di Ciamis. Wisata Alam, Wisata Buatan, Wisata Budaya dan Atraksi Wisata.

Wisata Kuliner

Ragam pasakan kuliner khas asli dari Ciamis, yang menggugah selera. Kuliner Khas Ciamis; Galendo, Sate Etom & Warung Pasakan Tradisional.

Contact

Get in touch with us


Adress/Street

Jalan Raya Ciamis Banjar No.505 | Kec. Cijeunjing Kab. Ciamis

Phone number

+62 265 275 0817 | Mobile:0856 2426 0469

Website

www.wisataciamis.com