Seluruh Jajaran Kepolisian Daerah di Bali sudah siap melakukan pengamanan bagi pemudik yang menggunakan motor yang diperkirakan mencapai 14 ribu lebih. Penjagaan akan dilakukan di beberapa setiap titik rawan seperti kemacetan dan kriminalitas.
Sementara untuk yang melalui jalur laut, polisi bekerjasama dengan patroli TNI Angkatan Laut.
Jumlah personil 1.550 yang akan dilibatkan termasuk pengamanan jalur utama mudik yaitu jalur Denpasar-Tabanan-Jembrana.
“Karena Jalur ini kita anggap rawan dan untuk itu kita siapkan ambulans, dan mobil derek,” terang Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Sutisna, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Agung, Sabtu, 12 September 2009.
Patroli dari kepolisian perairan juga bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut untuk mengawasi pelabuhan tikus. “Pengawasan kita bukan hanya terfokus pemudik saja. Rumah yang akan ditinggalkan oleh para penghuninya untuk mudik ke kampung halaman,”.
Bapak Sutisna juga mengimbau bagi pemilik rumah untuk memastikan keamanannya dengan memastikan pemeriksaan pintu, jendela terkunci, kompor sudah padam. Selain dari jajaran kepolisian yang akan melakukan patroli, akan dibantu juga dari pecalang, serta komponen masyarakat lainnya.
Agar diketahui juga bahwa dalam pengamanan Lebaran ini, TNI AD dalam hal ini Kodam IX Udayana akan menerjunkan sekitar 240 personel.
Masing-masing mereka akan ditempatkan di polres. Hal itu dilakukan untuk demi untuk memback-up kerja jajaran kepolisian di lapangan.




Posted in: 









